Rabu, 04 Juni 2014

Bodohnya!

06:17, Si Gadis berusaha memisahkan kelopak matanya yang sempurna menyatu setelah percakapan-percakapan bisu tak penting tengah malam dengan pria bodoh yang berhasil meronakan pipinya beberapa hari ini. "Masih gelap" lirihnya mengintip melalui tirai jendela yang sedikit tersingkap. Padahal yang dilirik hanyalah sebuah selendang hitam yang bergelayut manja di jemuran depan kamar si Gadis. 06:23, si Gadis mendudukan diri seketika sambil berusaha memfokuskan pikiran ditengah peningnya setelah dimabuk kata-kata cinta si Bodoh Kesayangannya semalam. "Kelas Hukum Perdata jam setengah delapan!" Tandasnya histeris, entah kekuatan apa yang merasuki tubuh ringkih gadis itu, ia panik menyambar handuk dan berlari serabutan ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi, kembali ia tersenyum simpul memandang lubang toilet terbayang wajah prianya. Sungguh! Cinta benar-benar suatu pembodohan yang indah!07:11, mematut dirinya di hadapan sebuah cermin mengenakan rok Batik pemberian si Bodoh, kepalanya sibuk mengarang pujian-pujian betapa elok dirinya dan membayangkan pujian-pujian tersebut datang dari bibir Pria Bodohnya, yang akan menemuinya ketika matahari mulai lelah menggersangkan Padang. 07:16, bayangan-bayangan indah tadi buyar ketika si Gadis memandangi penunjuk waktu di telepon genggamnya, sempat juga ia termenung di depan rak sepatu, "wedges atau sneaker?" Gumamnya dengan wedges dan sneaker menari berputar menggoda di atas kepalanya. Sneaker! Putusnya menyorong kaki ke dalam sneaker andalan, masih berusaha berjalan anggun dengan imajinasi-imajinasi wajah dosen baru mematut dirinya di depan kelas, membunuhnya hanya dengan pandangan 'kenapa terlambat' sang Dosen. Imajinasi-imajinasi kreatifnya ternyata hanya dibayar kursi kosong Sang Dosen
sepanjang pagi itu, apa daya. Si Gadis pulang, menyusun rencana brilian tidur siangnya mengingat kuliah kedua jam satu nanti.
Kembali semangat membaranya hanya terbayar wajah-wajah kecewa teman-teman sekelasnya siang itu. Si Gadis melongokkan kepalanya ke dalam kelas, kursi kosong Sang Dosen berhasil membalikkan tubuh si Gadis dengan kebekuannya. Si Gadis mengiyakan Ajakan seorang teman untuk menjagai rumah kedua mereka yang sedang diwarnai pria-pria baik hati entah darimana bersama tiga orang teman lainnya. Mengunyah gorengan Mandeh dan menyeruput segelas Coklat dingin tampaknya keputusan yang tepat untuk membunuh angka tiga di jam dinding, dan jarum jam akan dengan senang hati melompat ke angka empat. 16:03, tak ada kabar, sebuah PING!!! Dilayangkan si Gadis kepada Pria Bodoh Tercintanya, begitupun belasan PING!!! Selanjutnya. Undelive~ Pulang saja, dengus Si Gadis kecewa. 17:11, si Gadis kembali memandang layar telepon genggamnya dengan harapan mulai memudar seiring pudarnya dandanan paginya. "Ini yang ketiga, kali ini mati Kau!" Umpatnya membayangkan wajah si Bodohnya, memuakkan!

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright Just A Scratch! 2009. Powered by Blogger.Designed by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul .